SELAMAT DATANG DAN SELAMAT BERGABUNG BERSAMA KUMPULAN SITUS BANDAR JUDI ONLINE TERBAIK, TERBARU, TERBESAR DAN TERPERCAYA !! | Dewi Prediksi | Cerita Sex | Gairah Sex
Showing posts with label MotoGP & F1. Show all posts
Showing posts with label MotoGP & F1. Show all posts

Tonton Aksi Penyelamatan Alex Marquez di Moto2 Jepang, Sang Kakak Marc Marquez Tidak Ada Apa-apanya





Aksi penyelamatan Alex Marquez di FP3 Moto2 Jepang 2019
GridOto.com - Sang kakak, Marc Marquez, terkenal sebagai pembalap MotoGP yang bisa melakukan penyelamatan berkali-kali saat akan crash ketika di atas trek.
Tapi, tidak ada satupun aksi Marc Marquez yang bisa mengalahkan aksi sang adik, Alex Marque

z di Moto2 Jepang (19/10/2019) kali ini.
Hari Sabtu MotoGP Jepang 2019 ini diwarnai guyuran hujan deras yang membuat trek sangat basah.
Trek basah ini sangat menyulitkan pembalap saat menikung.
()
Termasuk juga buat pimpinan klasemen Moto2 2019, Alex Marquez.
Saat menikung, Alex Marquez kehilangan grip ban belakang lalu mendapatkan gripnya lagi secara tiba-tiba.
Dan itu membuatnya terlempar karena akan mengalami high side crash.
Tapi seolah tidak mau menyerah, Alex Marquez masih bisa memegang setangnya dengan kuat sehingga motornya masih bisa melaju, dan dirinya tidak terlempar dari motor.
Alex yang terus memegang setangnya dengan kuat berhasil terhindar dari crash tapi kakinya tidak kembali ke tempat semula.
Kakinya menapak aspal sebelah kiri motor dan membuatnya tetap melaju meski tidak berada di atas motor, seperti yang ditunjukkan gambar di atas.
Aksi ini mengingatkan kita dengan momen mirip yang dialami Randy Mamola pada 1985.
Nah, daripada penasaran, tonton saja nih videonya



Artikel Asli
Share:

Berjudi Saat Kualifikasi MotoGP Jepang, Joan Mir Ungkap Kelemahan dan Kekuatannya



Kepada awak media dari Indonesia, Joan Mir menuturkan hasil kualifikasi MotoGP Jepang dan peluangnya saat balapan
GridOto.com – Kondisi trek yang tidak sepenuhnya kering saat kualifikasi MotoGP Jepang, membuat Joan Mir seperti berjudi. Apa kelemahan dan kekuatannya di Motegi?
Joan Mir mengaku mengalami kemajuan bagus di sirkuit Motegi, ketimbang balapan sebelumnya di Thailand pekan lalu.
Meskipun saat kualifikasi kondisinya sulit seperti berjudi, dan ritme kecepatannya saat trek basah sangat sulit didapat untuk berada di depan.
Sama seperti rekan setimnya di Suzuki Ecstar, Alex Rins, Joan Mir juga ingin naik podium di Twin Ring Motegi.
“Saya berharap besok memiliki ritme yang bagus,” ucap Joan Mir kepada GridOto.com di paddock tim Suzuki Ecstar setelah sesi kualifikasi hari Sabtu di sirkuit Motegi.
“Mungkin kami akan bertarung untuk mencapai podium, lima besar mungkin hasil yang bagus,” sambungnya.
Joan Mir mengaku motor Suzuki GSX-RR miliknya memiliki kekuatan di tikungan 2 dan 3 sirkuit Motegi.
“Sektor kedua dan ketiga juga bagus. Kami tidak bagus di trek lurus, di sektor terakhir juga enggak bagus pada lintasan lurus,” terang pembalap SPanyol berusia 22 yang juga pendatang baru di MotoGP.


Artikel Asli
Share:

Dovizioso: Menang Dulu, Baru Pikirkan Marquez


Pembalap Ducati Andrea Dovizioso (Foto: AFP)

Valencia: Andrea Dovizioso akan melakoni balapan MotoGP Valencia dengan nuansa berbeda dari biasanya. Ia menjadi salah satu pesaing kuat Marc Marquez dalam meraih juara dunia MotoGP musim ini. Bisa dibilang pada saat ini Dovizioso tampil konsisten. Ia telah meraih enam kemenangan, dan menjadikannya pembalap Ducati yang memenangkan balapan terbanyak menyamai pencapaian Casey Stoner pada 2008. 
Di Sepang, Dovi mampu menjaga persaingan gelar juara untuk tetap hidup, dengan finis terdepan. Pencapaian itu yang membuatnya bisa memelihara persaingan gelar juara hingga seri terakhir di Valencia ini. 
 "Kami datang ke Valencia dengan jarak yang cukup besar dari Marquez, dan trek di mana kami tampil sangat baik, jadi kami tahu ini akan berjalan sulit," ujar Dovizioso. "Hanya satu strategi buat saya, dengan jarak seperti ini, kami akan mencoba untuk menang, baru kemudian kami melihat di mana rival saya finis," terangnya. 
Pembalap asal Italia itu juga mengakui bahwa Ducati tampil sangat kuat di setiap trek. Dovizioso pun berharap hal itu bisa ia rasakan ketika mengaspal di Sirkuit Ricardo Tomo nanti. "Pada periode ini kami sangat kuat hampir di setiap trek dan kami harus mencobanya dan menatap pekan ini dengan optimistis, seperti yang biasa kami lakukan belakangan ini," tegasnya.



Artikel Asli
Share:

Jadi Raja MotoGP Valencia, Lorenzo Justru Bakal Alami Dilema


Ducati, Jorge Lorenzo, MotoGP Valencia
Jorge Lorenzo sampai saat ini masih menjadi pebalap tersukses pada MotoGP Valencia. (dok. MotoGP Valencia)

Pebalap Ducati, Jorge Lorenzo, diyakini bakal menghadapi dilema pada balapan MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (12/11/2017). X-Fuera harus memilih antara mempertahankan status Raja MotoGP Valencia atau menolong rekan timnya di Ducati, Andrea Dovizioso.
Hingga saat ini belum ada pebalap yang mampu menggeser predikat Lorenzo sebagai Raja MotoGP Valencia. Predikat tersebut diraih Lorenzo karena sudah empat kali juara MotoGP Valencia yakni pada 2010, 2013, 2015, dan 2016. Torehan tersebut menjadikan Lorenzo sebagai pebalap MotoGP tersukses di lintasan Sirkuit Ricardo Tormo.
Adapun pesaing terdekat Lorezno adalah Dani Pedrosa. Pebalap Repsol Honda itu sudah tiga kali memenangi balapan MotoGP Valencia yakni pada 2007, 2009, dan 2012.
Namun, situasinya tentu benar-benar berbeda musim ini. Seluruh gelar yang diraih Lorenzo di MotoGp Valencia itu terjadi ketika dia masih menunggangi motor Yamaha.
Seperti diketahui, musim ini Lorenzo harus berganti tim ke Ducati. Pebalap asal Spanyol itu pun mengalami naik turun performa karena mengendarai motor Ducati Desmosedici GP17.
Jorge Lorenzo tercatat belum pernah menjadi juara musim ini. Pebalap berjuluk X-Fuera itu hanya tiga kali naik podium yakni dua kali karena meraih posisi tiga dan sekali karena finis di urutan kedua.

Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, berpesta bersama tim setelah menjuarai MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (29/10/2017). (Twitter/Ducati Motor)

Memiliki catatan mentereng di MotoGP Valencia, Jorge Lorenzo tentu bertekad meraih gelar perdananya musim ini dalam balapan nanti. Apalagi dalam beberapa balapan terakhir, Lorenzo sudah menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
Lorenzo terakhir kali mampu finis di urutan kedua pada MotoGP Malaysia yang berlangsung di Sirkuit Sepang. Menjadi juara di MotoGP Valencia yang juga menjadi edisi penutup musim 2017 tentu menjadi hal yang berkesan untuk Lorenzo.
Namun, perasaan dilematis juga akan dialami Lorenzo pada balapan nanti. Demi kepentingan tim, Lorenzo yang saat ini berada di urutan ketujuh klasemen sementara MotoGp 2017, tentu harus legowo membantu rekannya, Andrea Dovizioso.
Sebab, Dovizioso membutuhkan bantuan untuk menjadi juara MotoGP Valencia sembari berharap Marc Marquez finis di bawah posisi 11. Dovizioso saat ini tertinggal 21 angka dari Marquez.
Dengan skenario di atas, Dovizioso dipastikan mampu menyegel gelar juara MotoGP sekaligus mengembalikan kejayaan Ducati dengan memutus dominasi Honda dan Yamaha.
Akankah Jorge Lorenzo berbesar hati membantu Andrea Dovizioso? Atau Lorenzo lebih mengedepankan egonya demi memperpanjang catatan prestasi di MotoGP Valencia? Semuanya akan terjawab pada balapan yang digelar Minggu (12/11/2017).




Artikel Asli
Share:

Formula E Butuh Rio Haryanto, Tapi...

Pebalap Indonesia, Rio Haryanto, sedang menguji mobil Formula E di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Selasa (3/10/2017). (Rio Haryanto Media)

CEO Formula E, Alenjadro Agag menegaskan, pihaknya membutuhkan pamor pembalap Indonesia, Rio Haryanto. Agag ingin membantu Rio Haryanto kembali ke lintasan.

Rio Haryanto merupakan pembalap Indonesia pertama yang tampil di ajang Formula 1. Sayangnya, dia hanya tampil separuh musim di Formula 1 2016 bersama Manor Racing.

Banyaknya dukungan masyarakat Indonesia yang ingin melihat Rio Haryanto kembali mengaspal, tak heran membuat Agag berusaha keras mencarikan tempat untuk pembalap asal Surakarta itu.

"Kami ingin memiliki Rio Haryanto (di Formula E)," ujar Agag dikutip dari Motor Sport.

Agag dan Rio Haryanto sudah lama saling mengenal. Pada 2013, Agag merupakan pemimpin tim Addax, tim Rio Haryanto saat tampil di ajang GP2 Series.

"Saya sudah mengenalnya dengan baik karena kami pernah bersama di GP2. Kami akan berusaha dan mencoba membuat Rio Haryanto balapan di Formula E menjadi kenyataan," katanya.

Sayangnya, Agag menyebut kendala terbesar Rio Haryanto tampil di Formula E. "Para pemilik tim di sini sangat keras kepala. Mereka yang menentukan pembalap," ucapnya mengakhiri.




Share:

Musim Lalu Gemilang, Dovizioso Optimis Kalahkan Marquez di MotoGP Australia 2017

Musim Lalu Gemilang, Dovizioso Optimis Kalahkan Marquez di MotoGP Australia 2017
Dovizioso optimis kalahkan Marquez di MotoGP Australia 2017.

PHILLIP ISLAND – Rider Tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso siap tampil gemilang pada gelaran MotoGP Australia 2017 di Sirkuit Phillip Island, Minggu 22 Oktober 2017. Bahkan, pembalap berkebangsaan Italia itu tidak gentar meski Phillip Island merupakan favorit rivalnya, Marc Marquez (Tim Repsol Honda).

 Dovizioso memiliki kenangan bagus saat mengaspal di Phillip Island musim lalu. Meski tidak naik podium, rider 31 tahun itu berhasil menghuni posisi empat di belakang Cal Crutchlow, Valentino Rossi, dan Maverick Vinales.

Hasil berbanding terbaik justru ditorehkan oleh Marquez di Phillip Island. Setelah memastikan menjadi juara dunia di MotoGP Jepang 2016, The Baby Alien –julukan Marquez– justru tampil melempen dan tidak bisa menyelesaikan race di Australia.

“Tentu Phillip Island adalah salah satu sirkuit favorit Marquez, dan situasi mungkin akan sedikit lebih sulit bagi kami, tapi tahun lalu kami membuat balapan yang bagus dan jadi kami akan mencobanya kembali dan bekerja sebaik mungkin selama akhir pekan,” ungkap Dovizioso, seperti disadur dari laman resmi Ducati, Kamis (18/10/2017).

Dovizioso dan Marquez saat ini tengah bersaing untuk memerebutkan gelar juara dunia MotoGP 2017. Pada balapan terakhir di Sirkuit Motegi, Jepang, The Little Dragon –julukan Dovizioso– berhasil mengalahkan Marquez untuk merebut podium puncak.

Dengan hasil tersebut, Dovizioso yang ada di posisi dua klasemen sementara pembalap berhasil memangkas jarak poin dari The Baby Alien yang masih nyaman di tempat teratas. The Little Dragon saat ini hanya terpaut 16 angka dari rider berpaspor Spanyol tersebut.




Artikel Asli
Share:

Belum Tutup Harapan untuk Raih Gelar Juara Dunia MotoGP, Vinales Fokus Tatap GP Australia

Belum Tutup Harapan untuk Raih Gelar Juara Dunia MotoGP, Vinales Fokus Tatap GP Australia
Maverick Vinales mengaku belum menutup harapannya untuk bisa keluar sebagai juara dunia MotoGP 2017.

PHILLIP ISLAND – Pembalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales, mengaku belum menutup harapannya untuk bisa keluar sebagai juara dunia MotoGP 2017. Kini dirinya menatap race ke-16 di Australia dengan motivasi tinggi. 

Vinales masih memiliki harapan untuk bisa bersaing memperebutkan gelar juara dunia. Ya, dirinya yang berada di urutan ketiga klasemen sementara MotoGP terpaut 21 poin dari Marc Marquez (Repsol Honda) yang berada di posisi teratas. 

Meski tak masuk dalam lima besar di GP Jepang pada pekan lalu, Vinales merasa puas dengan finis di urutan keenam. Kendati demikian, kali ini dirinya memiliki misi penting di Phillip Island. 

Vinales akan berusaha fokus menatap perebutan gelar juara. Maklum MotoGP menyisakan 3 balapan lagi yaitu GP Australia, Malaysia dan Valencia. 

Adapun modal kepercayaan diri Top Gun –julukan Vinales- di Negeri Kanguru yaitu penampilan apiknya selama pramusim. “Kami melakukan yang terbaik di Jepang, tapi sayangnya itu tidak cukup. Sekarang saatnya untuk fokus di Australia untuk membuat langkah penting dalam kejuaraan ini.

 “Bagi saya, Phillip Island merupakan salah satu trek favorit saya. Saya suka berada di sini, sungguh menakjubkan. Ketika saya berada di sini pada bulan Februari, saya keluar sebagai  yang tercepat bersama YZR-M1.  

“Saya sangat termotivasi untuk balapan. Kejuaraan belum berakhir sampai semua poin diraih. Jadi apapun masih mungkin dan saya tidak sabar untuk naik motor lagi untuk memberi kemampuan 100 persen,” tuntas sosok berusia 22 tahun tersebut.




Share:

Valentino Rossi Masih yang Tersukses di GP Australia




Meski sudah tidak memiliki peluang menjadi juara dunia MotoGP 2017, Valentino Rossi akan datang ke Sirkuit Phillip Island sebagai pebalap tersukses di GP Australia.

Dikutip dari situs resmi MotoGP, Rossi merupakan pebalap tersukses di Sirkuit Phillip Island hingga saat ini dengan delapan kemenangan di tiga kelas berbeda.

Rossi meraih kemenangan di kelas 250cc pada musim 1998 dan 1999, kelas 500cc pada 2001, dan enam kemenangan di kelas MotoGP pada musim 2002, 2003, 2004, 2005, dan 2014.


Valentino Rossi (kanan) unggul atas Casey Stoner di GP Australia.

Valentino Rossi (kanan) unggul atas Casey Stoner di GP Australia. (AFP PHOTO/MICHAL CIZEK) Legenda MotoGP asal Australia, Casey Stoner, berada di belakang Rossi dengan enam kemenangan MotoGP di Sirkuit Phillip Island pada musim 2007, 2008, 2009, 2010, 2011, dan 2012.

Kali terakhir Yamaha meraih kemenangan di Sirkuit Phillip Island terjadi pada musim 2014, ketika Rossi mengalahkan rekan setimnya, Jorge Lorenzo, dan Bradley Smith.


Valentino Rossi sudah terlempar dari perebutan gelar juara dunia MotoGP 2017.

Valentino Rossi sudah terlempar dari perebutan gelar juara dunia MotoGP 2017. (AFP PHOTO / Jure Makovec) Dalam dua musim terakhir balapan di Sirkuit Phillip Island dikuasai Honda. Musim lalu pebalap LCR Honda Cal Crutchlow secara mengejutkan finis pertama dengan mengalahkan Rossi, sedangkan pada musim 2015 kemenangan diraih Marc Marquez.

Marquez sendiri memasuki MotoGP Australia dengan hanya keunggulan 11 poin atas pebalap Ducati, Andrea Dovizioso. Marquez sedikit diunggulkan atas Dovizioso di Sirkuit Phillip Island. Pasalnya, Ducati mengalami paceklik kemenangan sejak 2010.


Pebalap Ducati yang mampu meraih kemenangan di Sirkuit Phillip Island adalah Stoner, dengan mengalahkan Lorenzo dan Rossi. Di musim yang sama, Marquez meraih kemenangan di kelas 125cc.





Share:

Dani Pedrosa Berencana Ikuti Jejak Valentino Rossi

Dani Pedrosa, Valentino Rossi
Dani Pedrosa (kanan) ingin mengikuti jejak Valentino Rossi membuka akademi pebalap. (Bola.com/Andhika Putra)

Pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, berencana untuk mengikuti jejak sang rival, Valentino Rossi, untuk membuka akademi pebalap. Namun, The Little Spaniard belum tahu kapan hal itu bakal terwujud.

Saat ini, Pedrosa tengah fokus menjalani kariernya sebagai pebalap. "Rencana untuk hal itu sudah ada. Tentu saya masih ingin berada di dunia balap setelah pensiun nanti," ujar Pedrosa saat berkunjung ke Astra Biz Center, Tangerang, Selasa (18/10/2017).

Rossi memiliki sebuah akademi pebalap bernama VR46 Academy. The Doctor juga membuat program Yamaha Master Camp, di mana pebalap muda dari beberapa negara berkesempatan menimba ilmu di VR46 Academy.

Juara dunia sembilan kali tersebut bahkan melebarkan sayapnya untuk pengembangan bakat muda di dunia balap dengan membuat tim balap bernama Sky Racing VR46. Bahkan, tim VR46 sempat diisukan bakal tampil di kelas MotoGP.

"Namun, saya belum tahu kapan itu (mendirikan akademi pebalap seperti Rossi) bisa terjadi. Saat ini saya masih ingin mengejar ambisi pada ajang MotoGP," sambungnya.

Dani Pedrosa belum pernah mencicipi gelar juara dunia MotoGP sejak bergabung dengan Repsol Honda, 11 tahun lalu. Namun, pebalap asal Spanyol tersebut sudah mengukir 30 kemenangan pada ajang MotoGP dan tiga kali menjadi runner-up di akhir musim.




Artikel Asli
Share:

4 Pembalap Anyar yang Siap Memukau MotoGP 2018



  • Ada empat pembalap baru yang akan bersaing dengan Maverick Vinales dkk pada ajang MotoGP 2018. 


  • Berikut INDOSPORT merangkum empat pembalap yang telah resmi akan menjalani debut mereka di kelas MotoGP pada musim depan.

Memang, kompetisi MotoGP 2017 belum usai sepenuhnya. Terhitung hingga saat ini, ajang balap motor terkemuka tersebut masih menyisakan tiga balapan lagi, dengan GP Australia, Malaysia, dan Valencia akan menjadi tiga balapan penentuan untuk Marc Marquez dan Andrea Dovizioso dalam meraup poin penuh.

Namun, MotoGP 2018 nanti nampaknya akan menyajikan laga yang lebih menarik usai kabar bergabungnya sejumlah pembalap-pembalap muda baru, yang akan bersaing bersama para bintang pembalap sekelas Marquez, Vinales, Pedrosa, Lorenzo, hingga Dovizioso.


MotoGP 2017 di Doha, Qatar. Copyright: INDOSPORT

MotoGP 2017 di Doha, Qatar.

Kehadiran pembalap-pembalap baru yang nantinya akan mewarnai laga musim depan memang rencananya akan mengisi kekosongan bagi posisi pembalap di tim pabrikan maupun di tim satelit.

Para pembalap anyar tersebut sebelumnya berlaga di Moto2 dan memiliki catatan balapan yang terbilang bagus selama mengikuti balapan di kelas 250 cc tersebut.

Mereka nantinya akan mengisi slot kosong yang ditinggal oleh beberapa pembalap MotoGP, seperti Loriz Baz yang memutuskan untuk terjun ke arena World Superbike, serta ada nama Hector Barbera yang  turun ke ajang Moto2.

Melihat hal tersebut, berikut INDOSPORT merangkum empat pembalap anyar yang dipastikan akan tampil dan mengancam Marquez dan pembalap lainnya dalam persaingan MotoGP musim depan nanti.


1. Takaaki Nakagami


Takaaki Nakagami (Jepang).

LCR Honda telah menetapkan hatinya pada sosok pembalap muda Jepang yang berbakat, Takaaki Nakagami yang kini masih berlaga di balapan kelas Moto2.

Nakagami akan menjalankan debut pertamanya di kelas MotoGP pada msuim depan nanti. Takaaki Nakagami akan menjalani laganya nanti bersama pembalap Inggris, Cal Crutchlow.

Pembalap kelahiran 1992 tersebut mencatat hasil yang cukup baik selama karirnya di Moto2. Nakagami kini berada di posisi kedelapan klasemen sementara Moto2 dengan perolehan 128 poin.

Tim satelit Honda tersebut akan mengontrak Nakagami sepanjang musim 2018 nanti. Dirinya akan menjadi pembalap Jepang yang akan tampil semusim penuh, sejak Hiroshi Aoyama kehilangan kursinya di Aspar Team akhir 2014 lalu.


2. Franco Morbidelli


Pembalap Moto2, Franco Morbidelli.

Franco Morbidelli memulai debutnya di ajang balap kelas Moto2 bersama Federal Oil Grasini. Dari musim ke musim, pembalap kelahiran Roma, Italia tersebut terus memberikan perkembangan yang signifikan.

Murid angkatan pertama didikan Valentino Rossi di VR46 Academy itu musim depan nanti akan bersanding dengan pembalap anyar lainnya, Thomas Luthi dalam tim yang sama, Marc VDS Honda.

Debut pembalap Italia itu memang rencananya untuk menggantikan posisi Jack Miller dan Tito Rabat yang nampaknya dipandang gagal untuk mendongkrak reputasi tim tersebut pada musim ini.

Morbidelli sendiri kini masih berlaga di tiga seri Moto2 yang tersisa, menguasai puncak klasemen Moto2 dengan raihan 256 poin, mengungguli rekannya di musim depan nanti, Thomas Luthi.


3. Thomas Luthi


Pembalap MotoGP dari Swiss, Thomas Luthi.

Luthi akan menjadi pembalap yang nantinya menemani Morbidelli di musim depan MotoGP. Pembalap berkenegaraan Swiss tersebut dipercaya Marc VDS Honda untuk menggantikan Jack Miller dan Tito Rabat.

Bos tim satelit Honda itu, Marc van der Straten melihat kemampuan yang dimiliki oleh Luthi terus berkembang secara signifikan di setiap musimnya selama menjalani laga di kelas Moto2.

Penampilan yang konsisten menjadi catatan rekor terbaik bagi Luthi dan modal tersebut tentunya, meski nantinya ia akan turun menjadi pembalap rookie di MotoGP pada musim depan.

Pembalap berusia 31 tahun tersebut bersaing ketat dengan Morbidelli di Moto2. Dalam laga terakhir kemarin di Motegi, Luthi masih bercokol di posisi kedua klasemen sementara dengan raihan 232 poin.


4. Xavier Simeon


Pembalap asal Belgia, Xavier Simeon.

Pembalap Belgia itu akan menjalani debut pertamanya di MotoGP pada musim depan nanti. Simeon akan berbagi garasi dengan Tito Rabat yang pindah dari Marc VDS Honda di Reale Avintia Ducati.

Simeon sendiri kini masih berlaga di balapan kelas 250 cc bersama dengan Morbidelli, Luthi, dan Nakagami. Dirinya masih menempati posisi ke-21 daftar klasemen sementara Moto2.

Reale Avintia Ducati sendiri secara resmi telah mengontrak Simeon untuk dua musim MotoGP. yaitu 2018 dan 2019.

Bersama Thomas Luthi, pembalap berusia 28 tahun tersebut nantinya akan turun ke MotoGP sebagai rookie, bersaing dengan dua pembalap muda lainnya, Morbidelli dan juga Nakagami.




Artikel Asli
Share:

5 Fakta Pembalap WSBK Michael Van Der Mark yang Berdarah Ambon

Pembalap Yamaha WSBK Michael Van Der Mark mengatakan memiliki hubungan darah dengan salah satu suku Indonesia yaitu Ambon.

TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Yamaha WSBK Michael Van Der Mark mengatakan memiliki hubungan darah dengan salah satu suku Indonesia yaitu Ambon. Ia menyebut ibunya memiliki darah 50 persen dari Ambon dengan marga Matitaputty. "Ibu saya adalah 50 persen Indonesia," kata Van Der Mark, yang mengunggah foto dia sedang memeluk ibunya di garasi pit, beberapa waktu lalu.

Michael Van Der Mark bergabung dengan Yamaha sejak dua tahun lalu. Ia dibawa oleh sponsor makanan ringan, PATA pindah ke Yamaha. Pada tahun pertama, prestasi Michael Van Der Mark tak terlalu bagus. Namun setelah satu tahun berjalan, ia mulai menunjukkan kemampuannya. Berikut fakta-fakta soal Michael Van Der Mark:

1. Neneknya pindah ke Belanda karena isu RMS

Neneknya yaitu Yohana Matitaputty yang saat itu sedang menempuh sekolah kedokteran sampai sekitar tahun 1950. Joke bersama sang kakak yang seorang pasukan Angkatan Udara mengungsi ke Belanda menyusul didirikannya Republik Maluku Selatan (RMS) pada 25 April 1950. Mereka ketakutan dianggap bagian dari RMS yang telah ditetapkan pemerintah sebagai pemberontak.

2. Bakat membalap diduga berasal dari kakeknya

Menurut Yesayas Matitaputty, bakat Michael menurun dari kakeknya, Jhan Penthum juga memiliki kegemaran balap dan menaiki motor besar.

3. Sempat akan menjadi pengganti Rossi saat cedera

Michael Van Der Mark telah ditunjuk Yamaha Racing untuk menggantikan Valentino Rossi membalap di Aragon, Spanyol. Namun, ia batal menggantikan Rossi karena juara dunia 9 kali tersebut tetap nekad turun menjadi pembalap.

4. Karirnya berawal dari Honda

Cemerlangnya prestasi Michael Van Der Mark telah dimulai sejak ia membalap di Europe Cup yang saat itu menggunakan motor Honda. Kemudian dia naik kelas ke Superstock 600 dengan Honda CBR. Ia pun direkrut Ten Kate, salah satu tim Honda yang disokong Honda Eropa untuk naik ke Supersport dan kemudian lanjut ke WSBK.

5. Sempat menjajal Moto2

Michael Van Der Mark sempat menjajal balapan prototipe yaitu Moto2 pada 2011. Saat itu, ia disokong oleh Ten Kate namun hanya sebagai pembalap pengganti.




Artikel Asli
Share:

Valentino Rossi: Sekujur Badan Saya Terasa Sakit


Valentino Rossi mengakhiri GP Jepang di Sirkuit Motegi, Minggu (15/10), dengan kekecewaan dan rasa sakit. Rossi gagal finis setelah mengalami kecelakaan pada lap keenam.

Lokasi kecelakaan yang berada di tikungan kedelapan, merupakan lokasi yang sama ketika ia terjatuh di latihan bebas keempat yang berlangsung Sabtu (14/10).

Rossi mengaku beruntung kecelakaan tidak memperburuk kondisi kakinya yang patah pada akhir Agustus 2017, namun pebalap yang identik dengan nomor 46 itu mengaku kesakitan di seluruh badan.

"Itu merupakan kecelakaan hebat. Lebih hebat ketimbang kemarin [Sabtu (14/10]. Saya berada di belakang [Aleix] Espargaro dan saya berusaha tidak menyerah karena saya bisa mengimbangi kecepatannya. Tapi saya tidak bisa mencengkeram, saya seperti berada di atas es," ujar Rossi seperti dilansir motorsport.com.

Valentino Rossi mengalami kegagalan finis yang kedua pada musim ini di Sirkuit Motegi, Minggu (15/10). (AFP PHOTO / TOSHIFUMI KITAMURA) 

"Itu sangat cepat. Saat saya menyadarinya, saya sudah terbang. Beruntung kaki saya tidak apa-apa. Saya merasakan sakit di sekujur tubuh, tapi tidak terlalu sakit," sambungnya.

Menurut Rossi, hasil buruk di Jepang tidak terlepas dari pengaturan motor di bagian depan.

"Kami harus berjuang keras selama akhir pekan, karena sangat sulit kami tidak pernah bisa mendapat cengkeraman yang bagus khususnya di bagian depan. Kami harus mengetahui apa penyebabnya," ucap pebalap yang musim ini hanya sekali menjuarai seri.

Tanpa poin di Jepang, peluang Rossi menjadi juara dunia tahun ini dipastikan tertutup. Rossi kini tertinggal 76 poin dari pemimpin klasemen sementara Marc Marquez, sementara total poin maksimal yang bisa direbut Rossi dalam tiga balapan tersisa adalah 75 poin.




Share:

Marquez Berharap Bisa Balapan di Indonesia Suatu Hari Nanti

Marquez dengan bendera dan nomor 93-nya. (Foto: Jose Jordan/AFP)

Ini memang terdengar klise, tetapi Marc Marquez betul-betul ingin bisa melakoni balapan di Indonesia. Alasannya? Apa lagi kalau bukan antusiasme fans MotoGP di Indonesia.

Namun, untuk melihat hal yang satu ini terealisasi, kami meminta Anda, penggemar MotoGP untuk sedikit bersabar. Dalam waktu dekat belum akan ada aksi pebalap-pebalap MotoGP —termasuk Marquez, tentu saja— yang bisa kita lihat dari jarak dekat.

Keinginan Indonesia untuk menjadi tuan rumah salah satu seri MotoGP di tahun 2018 sirna. Belum siapnya sirkuit, yang rencananya dibangun di Palembang, jadi alasan. Alhasil, dari kalender balapan untuk tahun 2018, yang sudah dirilis beberapa waktu lalu, tidak ada nama Indonesia di dalamnya.

Tahun depan, ada dua negara Asia Tenggara yang akan jadi tuan rumah seri MotoGP: Thailand dan Malaysia. Thailand akan menggelar seri balapan ke-15 di Chang International Circuit pada 7 Oktober 2018, sementara Malaysia jadi tuan rumah seri ke-18 di Sirkuit Sepang pada 4 November 2018.

"Musim depan kami akan bermain di GP Thailand, tapi kami juga meminta untuk Indonesia membuat sirkuit karena kami ingin sekali bermain di Indonesia," ujar Marquez.

Hari ini, Selasa (17/10/2017), pebalap asal Spanyol itu datang ke Indonesia untuk melakoni berbagai kegiatan singkat. Selain memberikan tips terkait safety riding, mereka juga menemui fans di Astra Biz, BSD City, Tangerang Selatan, dan melakoni sesi tanya-jawab dengan para jurnalis.


Cuaca terik yang memayungi kawasan BSD tidak menyurutkan Marquez dan rekan setimnya di Repsol Honda, Dani Pedrosa. Kalaupun ada yang mengganggu, itu cuma cahaya matahari yang terlalu terang saja. Namun, hal itu langsung teratasi dengan kacamata hitam yang ia minta dari panitia acara.

Marquez saat ini masih memimpin klasemen pebalap MotoGP. Dari 15 seri yang sudah ia jalani musim ini, The Baby Alien telah mengoleksi 244 poin. Ia unggul 11 poin dari pesaing terdekatnya, Andrea Dovizioso, dengan tiga balapan tersisa.




Artikel Asli
Share:

Marquez Ingin Indonesia Gelar MotoGP

Pebalap MotoGP Marc Marquez, menyapa penggemar dan konsumen Honda dalam Meet & Greet di sirkuit Sentul, Jawa Barat Februari 2016 lalu.

Tangerang, KompasOtomotif - Marc Marquez menginginkan Indonesia bisa menjadi salah satu tuan rumah ajang MotoGP. Menurut dia, akan lebih seru jika balapan sepeda motor paling bergengsi di dunia itu bisa diadakan di Tanah Air.

Secara potensi, dijelaskan pebalap tim Repsol Honda itu, Indonesia sudah punya kemampuan apalagi pecinta MotoGP begitu banyak. "Itu akan lebih menarik lagi jika diadakan di Indonesia," ucap Baby Alien julukan Marquez di Astra Biz Center, BSD, Tangerang, Selasa (17/10/2017).

Sirkuit Sentul, menurut pebalap berkebangsaan Spanyol itu sebenarnya bisa digunakan untuk MotoGP, hanya saja perlu sedikit renovasi menyesuaikan dengan standar yang ditetapkan Dorna Sport.

"Tahun depan akan semakin seru, ditambah lagi ada satu seri di Thailand, dan saya tetap berharap balapan ini bisa terjadi di Indonesia," ujar pebalap nomor 93 itu.

Sebelumnya, Sekretasis Jendral Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jeffrey JP yang mendampingi tim Hermann Tilke saat ke Palembang mengatakan tidak mungkin Indonesia menggelar MotoGP pada tahun depan. Alasannya, teknis desain pembangunan sirkuit itu direncanakan pada Maret 2018.

“Jadi nanti Tilke akan menginformasikan tahapan pembangunannya ke Dorna. Palembang mulai membangun infrastruktur mungkin di akhir November 2018. Di situ baru terlihat Indonesia memungkinkan masuk kalender 2019 atau 2020,” ucap Jeffrey belum lama ini.

Rencananya sirkuit MotoGP sepanjang 4,31 km akan dibangun di atas lahan seluas 120 hektar di Palembang. Sirkuit itu punya 14 tikungan dengan trek lurus sepanjang 750 m yang bisa dipacu motor sampai lebih dari 300 kpj.

Penulis: Aditya Maulana Editor: Azwar Ferdian




Artikel Asli
Share:
Dewi JP © 2016
close
MANSION88